Sabtu, 24 April 2010

ALIRAN SYI’AH

1. Pendahuluan
Sejarah Islam mencatat bahwa hingga saat ini terdapat dua macam aliran besar dalam Islam. Keduanya adalah Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah. Tak dapat dipungkiri pula, bahwa dua aliran besar teologi ini kerap kali terlibat konflik kekerasan satu sama lain, sebagaimana yang kini bisa kita saksikan di negara-negara seperti Irak dan Lebanon.
Terlepas dari hubungan antara keduanya yang kerap kali tidak harmonis, Syi’ah sebagai sebuah mazhab teologi menarik untuk dibahas. Diskursus mengenai Syi’ah telah banyak dituangkan dalam berbagai kesempatan dan sarana. Tak terkecuali dalam makalah kali ini. Dalam makalah ini kami akan membahas pengertian, sejarah, tokoh, ajaran, dan sekte Syi’ah. Semoga karya sederhana ini dapat memberikan gambaran yang utuh, obyektif, dan valid mengenai Syi’ah, yang pada gilirannya dapat memperkaya wawasan kita sebagai seorang Muslim.
2. Permasalahan
A. Pengertian Syi’ah
Syi’ah adalah politik pertama lahir dalam Islam. Mazhab ini muncul pada akhir masa pemerintahan Utsman, kemudian tumbuh dan berkembang pada masa Ali.
Secara etimologi syi’ah terambil dari akar kata yang bermakna : pihak, puak, atau kelompok. Kata kerjanya. Syayya’a ataupun tasyayya’a menunjukkan pengertian : berpihak, memihak, atau bergabung diri. Itulah pengertian asli dari kata syi’ah semenjak berabad-abad lamanya sebelum bermulanya sejarah Islam.

B. Asal-Usul dan Pertumbuhan Syi’ah Ali
Ajaran Syi’ah Ali berawal pada sebutan yang untuk pertama kalinya, kepada para pengikut Ali (Syi’ah Ali), yang mana sewaktu terjadinya perang Siffin (Dzuhijah 36 H/657 M) antara pasukan Khalif Ali dan pihak Khalif Muawiyah yang berujung dengan arbitrase. Sewaktu terjadinya kegagalan majelis al-Tahkim / arbitrse tersebut (Ramadhan 37 H/657 M) maka terpecahlah kelompok tersebut yakni Muawiyah. Syi’ah Ali (pengikut Ali) dan Kwarij (keluar dari barisan Ali), maka mulailah muncul nama syi’ah sebagai nama dari sebuah aliran atau golongan yang saat itu kelompok syi’ah adalah suatu kelompok yang sangat gigih membela Khalifah Ali bin Abi Thalib.
Mazhab syi’ah timbul di mesir untuk yang pertama kalinya pada masa pemerintahan Utsman kemudian tersebar luas di Irak yang dalam perkembangan selanjutnya menjadi markas dan tempat menetap para penganutnya. Hal ini dikarenakan beberapa sebab antara lain karena Ali bin Abi Thalib menjadi Irak sebagai kediamannya pada masa ke khalifahanny, dan disana ia menemukan rakyat yang sangat menghargai dan memandangnya memiliki banyak kelebihan, di samping itu Irak merupakan tempat pertemuan peradaban-peradaban kuno. Berbagai peradaban serta pemikiran-pemikiran tersebut kemudian bercampur ke Irak. Dan itupun berimbas dengan tumbuhnya berbagai golongan dalam islam. Termasuklah syi’ah yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran filosofis yang telah beradaptasi dengan alam pemikiran irak.

C. Pemahaman-pemahaman Syi’ah secara Umum
Secara umum kelompok Syi’ah dapat di kelompokkan menjadi 4 kelompok besar, sebab firqah-firqah syi’ah yang jumlahnya mencapai ratusan itu bermuara dari empat kelompok besar, yaitu :
a. Syi’ah Al-Mukhlashin
Yakni kelompok syi’ah yang telah ada saat Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Mereka tidak mengkafirkan, mancaci, menghina, dan membenci sahabat, mereka juga berpegang teguh dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.
b. Syi’ah
Yakni syi’ah yang sepenuhnya mendukung khalifah Ali bin Abi Thalib melebihi sahabat nabi yang lain. Namun, mereka juga tidak mengkhafirkan, mencaci, menghina atau membenci sahabat nabi.
c. Syi’ah As-Saba’iyyah (At-Ta-Bri’iyyah)
Kelompok syi’ah ini mengkhafirkan, mencaci dan menghina sahabat Nabi saw. Dan mereka berlebihan dalam memuji Ali dan membelanya bahkan ada yang menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah nabi dan ada yang mengatakan pula bahwa Ali adalah Tuhan.
d. Syi’ah Ghulaf
Yakni kelompok syi’ah yang mengatakan terang-terangan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan. Kelompok ini pecah menjadi 24 golongan.

D. Sekte dalam Syi’ah dan Tokoh-tokohnya
1. Syi’ah Imamiyah
Aliran Imamiyah merupakan asal bagi pertumbuhan aliran-aliran dalam sekte syi’ah. Menurut hal ini aliran mutlak yang jadi pendiri yang paling azazi pada aliran duniawi maupun agamawi sepeninggak Nabi Muhammad Saw adalah hak mutlak dari Ali bin Abi Thalib dan turunnya terutama turunannya melalui putranya al-Husain bin Ali. Aliran ini tidak mempergunakan istilah al-Khalifah (pemegang) kekuasaan tertinggi itu akan tetapi istilah al-Imam (pemuka) dan berhak untuk membuat ajaran atau syariat. Dari rumpun asal itu lahir aliran umamiyah sittah yang Cuma mengakui empat tokoh saja yang dianggap telah cukup untuk merumuskan hal-hal yang menjadi pegangan pada masa selanjutnya. Tokoh yang di maksudkan itu ialah.
• Ali bin Abi Thalib wafat tahun 48 H/661 M, menjabat sebagai al-Imam pertama
• Al-Hasan bin Ali wafat tahun 41 H/662 M, menjabat sebagai al-imam kedua.
• Al-Husain bin Ali wafat tahun 61 H/682 M, menjabat sebagai al-iman ketiga.
• Ali bin Al-Husain yang bergelar Zainul Abiding wafat 94 H/713 M, menjabat sebagai al-Iman keempat.
Oleh karena aliran mamiyah itu menyatakan hak mutlak dari Ali dan keturunannya maka pihak ekstrim dalam aliran ini Nabi Muhammad Saw yang lainnya adalah kafir karena telah menyangkal keterangan Nabi Muhammad Saw atas hak.
2. Syi’ah
Aliran di nakhodai oleh Abdullah bin saba seorang yahudi yang mengaku dan pura-pura masuk Islam. Mereka menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Tuhan. Bahkan di saat Ali wafat ia mengatakan bahwa Ali belum meninggal dan tidak akan meninggal.
3. Syi’ah Ghurabiyyah
Aliran ini tidak sampai mempertunangkan Ali tetapi lebih memuligkan Ali ketimbang Nabi Muhammad Saw sebagaimana miripnya seekor burung gagak (al-Ghurab) dengan burung gagak lainnya. Dan di saat Allah mengutus Jibril untuk menyampaikan wahyu salah alamat karena raut muka dan postur tubuhnya yang sama maja jadilah NabiMuhammad Saw sebagai Nabi yang seharusnya Ali menjadi nabi.

4. Syi’ah Khaisanyah
Penganut aliran ini adalah pengikut al-Mukhtar bin Ubaid al-Tsaqafi yang ada mulanya al-Mukhtar berasal dari golongan Khawarij. Kemudian masuk dalam kelompok syi’ah. Aliran ini berpendirian bahwa khaimamad adalah hak pimpinan dunia islam sepanjang duniawi dan agamawi, sepeninggal Ali Imam Al-Husain bin Ali bukanlah semestinya putra al-Husain yang bernama Ali bin Zainul Abidin itu, akan tetapi putra yang ketiga dari Ali bin Abi Thalib sendiri, yakni Muhammad bin Hanafiah.
5. Syi’ah Isnain-Asyarah
Syi’ah Isnain-Asyarah bermakna dua belas. Ungkapan 12 itu membangkitkan asosiasi pikiran orang kepada 12 murid Isa yang dalam Al-Qur’an pada surat al-Imran: 52. Yang dimaksud dengan 12 di dalam aliran ini bahwa aliran tersebut mengakui al-Imam yang syah dari turunan Ali Bin Abi Thalib itu adalah Cuma 12 imam sehabis al-Imam yang 12 itu maka jabatan imamat, yakni pimpinan tertinggi yang bersifat central terhenti.
Tentang urutan 12 Imam itu dapat dijelaskan sebagai berikut. Al-Imam yang keenam, yakni Abu Abdullah, Jaafar Al-Syadiq, mempunyai enam orang putra dengan urutan usia sebagai berikut : Ismail, Musa al-Khazihim, Abdulah al-Afthaha, Ishak, dan Muhammad Al-Jibat. Oleh karena putra Ismail bin Jaafar itu wafat sewaktu bapaknya masih hidup maka jabatan imamat sepeninggal al-Imam yang ke-6 itu jatuh kepada Musa Al-Kazihim beserta turunannya:
1. Musa bin Jaafar yang beroleh panggilan al-Khazihim wafat 183 H/799 M
2. Abul Hasan Ali bin Musa yang beroleh panggilan Al-Rida wafat 202 H/813 M
3. Abu Jafar Muhammad bin Ali yang beroleh panggilan Al-Jawat wafat 222 H/835 M
4. Ali Ibnu Muhammad yang beroleh panggilan Al-Haddi wafat 254 H/868 M
5. Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali yang beroleh panggilan Al-Asqar wafat 260 H / 874 M.
6. Muhammad Ibnu al-Isqan wafat 260 H/874 M.


E. Ciri-ciri Ajaran Syi’ah
a. Rukun Imam menurut syi’ah dalam kitab syi’ah karangan Muhammad Kasful al-Ghithab yaitu :
• Al-Tauhid : mengesakan tuhan
• An-Nubuwah : kenabian
• Al-Adl : keadilan
• Al-Imamah : perwalian atau keamiran
• Al-Maat : percaya pada hari kiamat
b. Rukun islam menurut syi’ah :
• Melaksanakan shalat
• Menjalankan puasa di bulan Ramadhan
• Membayar zakat
• Melaksanakan jihad
c. Imamah menurut syi’ah :
Merupakan pokok agama hingga siapa yang tidak mempercayai imamah maka berhukum kafir. Imamah menurut syi’ah merupakan lanjutan dari kenabian dan imamah di sejajarkan.
d. Al-Qur’an menurut syi’ah
Mereka menganggap bahwa al-Qur’an yang ada ini adalah mushaf Utsman adalah palsu dan menyatakan bahwa al-Qur’an yang asli itu jumlah ayatnya mencapai 17000-18000 ayat, sedang al-Qur’an mushaf Utsman hanya 6000 ayat lebih dan terdapat sekitar 219 ayat yang palsu.
e. Hadits menurut syi’ah
Syi’ah hanya mengakui hadits nabi yang diriwayatkan melalui jalur ahlul bait, dengan demikian syi’ah tidak mengakui hadits syahih dan juga menganggap bahwa hadits itu tidak hanya bersumber dari nabi Muhammad Saw tapi juga dari ke-12 Imam mereka.
f. Kawin Mut’ah menurut syi’ah
Syi’ah memperbolehkan kawin mut’ah dan bahkan menjadikannya ibadah yang mulia yang tak ternilai pahalanya. Meskipun tidak sedikit ajaran-ajaran syi’ah melenceng bahkan sesat missal salah satunya, menganggap bahwa orang diluar kelompok syi’ah adalah najis dan kafir.

3. Hubungan Syi’ah dengan Almadiyah
Mengetahui dan memahami keyakinan dan paham kemahdian Syi'ah dan Ahmadiyah, seorang akan bersikap toleran dan akan terhindar dari sikap picik karena pandangan yang sempit dantindakan ekstrem. Perlu dijelaskan, mengapa dalam kajian initidak dibahas paham Mahdi Ahlus-Sunnah. Hal ini disebabkanoleh langkanya literatur yang dapat menunjang pembahasan tersebut, seperti: Al-Mahdiyyah fil-Islam tulisan Sa'ad Muhammad Hasan, al-Mahddyyah karya Dr. Ahmad Amin, dan lainsebagainya. Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam kajian ini adalah: Dimanakah letak persamaan dan perbeda anantara paham Mahdi Syi'ah dan paham Mahdi Ahmadiyah? Dengandemikian, pembahasannya akan dapat memberi informasi,manakah diantara ajaran kedua golongan tersebut yang lebih relevan dengan al-Quran dan Sunnah, apabila dilihat dariaspek teologi. Untuk memecahkan permasalahannya, akan digunakan pendekatan secara historis dan komparatif. Selanjutnya dalam bahasan ini penulis akan membicarakanp okok-pokok persoalansebagai berikut: yang berupa pendahuluan, disini akan diberikan deskripsi global tentang paham Syi'ah dan Ahmadiyah Selanjutnya paham MahdiSyi'ah yang meliputi:

a. Pengertian al-Mahdi dalam Syi'ah dan Ahmadiyah.
b. Sejarah lahirnya Syi'ah, di sini akan dijelaskan mengenailatar belakang sejarahnya, pertumbuhan dan perkembangan sekte-sektenya berikut paham mereka masing-masing.
c. Beberapa ajaran pokok Syi'ah yang berkaitan dengan paham Mahdi yaitu masalah imamah, 'aqidah raj'ah, dan masalahal-gaibah.

F. Analisis
Menurut kelompok kami, bahwasannya secara umum tidak semua ajaran syi’ah sesat, ataupun bentuk pengajarannya sesat, dimana ada beberapa ajaran syi’ah yang secara utuh berpegang pada ajaran Allah dan Sunnah. Ciri-ciri ajarannya seperti Rukun Imam menurut syi’ah dalam kitab syi’ah karangan Muhammad Kasful al-Ghithab, Rukun islam. Meskipun tidak sedikit ajaran-ajaran syi’ah melenceng bahkan sesat, misal salah satunya, menganggap bahwa orang yang tidak termasuk ke dalam ajaran syi’ah adalah najis dan kafir.Ajaran Syi’ah memperbolehkan kawin mut’ah dan seorang kakek memperbolehkan menikahi cucunya sendiri. Ajaran Syi’ah itu terlalu mendewakan keluarga nabi, tanpa mengakui Aliran lain. Dan ajaran Syi’ah mengakui selain nabi muhammad sebab menurut ajarannya akan banyak bermunculan nabi palsu.


KESIMPULAN

Syi’ah yang bermakna pengikut merupakan sebutan yang pertama kali ditujukan kepada para pengikut Ali (Syi’ah Ali) Syi’ah Ali ialah kelompok yang begitu gigih membela dan menghormati khalifah Ali bin Abi Thalib. Seiring dengan perkembangan peradaban pada saat itu maka syi’ah ini pun tumbuh subur di Ieak dan bercampur dengan berbagai pemikiran para filosof dari luar Irak maka tumbuh berbagai macam sekelompok atau aliran dalam syi’ah. Ada beberapa aliran dalam syi’ah. Ada beberapa aliran dalam syi’ah yang terkatagori menyesatkan dan menyeleweng dari ajaran islam dan ada juga aliran-aliran dalam syi’ah yang memang berpegang teguh dengan al-Qur’an dan sunah, yang mana kesemuannya itu timbul dari wujud kecintaan mereka kepada khalifah Ali bin Abi Thalib.

DAFTAR PUSTAKA

1. Iman Muhammad Abu Zahrah,1999. “Aliran Politik dan Akidah dalam Islam”.Logos. Jakarta
2. H. M. Joesoef Sou’yb.1997.”Studi Tenung Alira-aliran dan tokonya”.PT.Al-Husna Zikrah.Jakarta
3. Muhammad Sufyan Raji Abdullah LC.2003 “Mengenai Aliran-aliran Islam dan Ciri-ciri Ajarannya”: CV. Cahaya Esa.Jakarta
4.http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/nov08/txtbook/1/fahammahdi_syiahahmadiyah.txt

10 Tips Wireless Security

Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bisa tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.
Adapun langkah langkahnya sebagai berikut
  1. Memakai Enkripsi. Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.
  2. Gunakan Enkripsi yang Kuat. Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.
  3. Ganti Default Password Administrator. Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb. Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.
  4. Matikan SSID Broadcasting. Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.
  5. Matikan WAP Saat Tidak Dipakai. Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.
  6. Ubah default SSID. Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.
  7. Memakai MAC Filtering. Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.
  8. Mengisolasi Wireless Network dari LAN. Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.
  9. Mengontrol Signal Wireless. 802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP setandard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.
  10. Memancarkan Gelombang pada Frequensi yang Berbeda. Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

    Author: Administrator · Published: April 26, 2007 · Category: Jaringan Komputer


Kamis, 22 April 2010

IBNU SINA

1. Biografi Ibnu Sina
Ibnu sina lahir pada masa kekacauan, ketika pada masa khalifah Abbasiyah mengalami kemunduran dan negeri-negeri mulai berdiri sendiri. Kota Baghdad sebagai pusat pemerintahan dikuasai oleh golongan Banu Buwaih pada tahun 334 H.
Nama lengkapnya Abu Ali al-Husein ibn al-Hasan ibn Ali ibn Sina. Ia lahir di desa Afsyanah, dekat Bukhara, Transoxia(Persia utara) pada tahun 370 H(8-980 M). ayahnya berasal dari kota Balakh kemudian pindah ke Bukhara pada masa raja Nur ibn Mashur dan diangkat oleh raja sebagai penguasa di Kharmaitsan, satu wilayah dari kota Bukhara. Di kota ini ayahnya menikahi Sattarah dan mendapat 3 orang anak, Ali, Husein dan Muhammmad.
Ia dibesarkan di daerah kelahirannnya. Ia belajar al-Quran denganmenghapalnya dan belajar ilmu-ilmu agama serta astronomi, sedangkan usianya baru 10 tahun. Kemudian ia belajar matematika, fisika, logika dan metafisika. Setelah itu ia belajar ilmu kedokteran secara otodidak.
Ketika usianya belum mencapai 16 tahun ia sudah menguasai ilmu kedokteran. Kepandiannya tidak hanya teori saja, melainkan segi praktik pun ia menguasai. Semua itu dilakukannnya tanpa pernah bosan membaca buku-buku filsafat. Bila ia menemukan kesulitan ia langsung minta pertolongan kepada Allah. Sering ia tertidur karena kepayahan membaca.
Ketika mencapai usia 17 tahun, Nuh ibn Mansur, menderita sakit yang tidak dapat diobati oleh dokter-dokter pada masnya. Namun ia dapat mengobatinya. Sejak itu Ibnu Sina mendapat sambutan yang baik. Serta sejak itu ia sering mengunjungi perpustakaan yang memuat buku-buku penting.
Di usianya yang ke-22 ayahnya meninggal dunia. Musibah itu menjadi suatu pukulan baginya, sehingga ia pindah dari Bukhara menuju jurjan dan bertemu dengan Ubaid al-Jurjani yang kemudian menjadi muridnya.
Ibnu sina ialah salah satu filosuf islam yang terkenal di Barat, yang lebih dikenal dengan sebutan Avicenna atau Aristoteles baru. Ia mengadakan berbagai pendekatan dalam filsafatnya, terutama bidang kedokteran.
Selama hidupnya penuh denga kesibukan bekerja dan mengarang. Karena hal itulah mengakibatkannya tertimpa penyakit dingin yang tidak dapat disembuhkan. Pada tahun 428 H ia meninggal dunia di Hamadzan.


1. Karya Ibnu Sina
Ibnu sina tidak pernah mengalami ketenangan dalam hidupnya dan usianya pun tidak panjang. Meskipun banyak kesibukkan ia berhasil mengarang buku. Kesuburan pikirannya itu karena:
 Ia pandai mengatur waktu
 Kecerdasan otak dan kekuatan ingatannya.
Karya-karya cemerlang ibnu sina antaranya:
1.as-Syifa, buku filsafat yang terpenting dan terbesar. Buku ini terdiri dari 4 bagian yaitu logika,fisika, matematika dan metafisika.
2. al-Syarat wat tanbihat, buku terakhir yang paling baik serta pernah diterbitkan di Leiden pada tahun 1892.
3. An-najat, merupakan ringkasa buku as-Syifah
4. al-Qanun, yang pernah diterjemahkan dalam bahasa latin dan menjadi buku standar untuk universitas Eropa.

Risalah lainnnya kebanyakkan dalam lapangan filsafat, etika, logika, psikologi. Seperti risalah Itsbat an Nubuwah li ibnu Sina

3. Filsafat Ibnu Sina
1. Metafisika
Mengenai metafisika ibnu sina membicarakan sifat wujudiyah sebagai suatu yang terpenting dan mempunyai kedudukkan paling tinggi atas sifat lain, meskipun esensi . Dalam paham ibnu sina esensi terdapat dalam akal sedangkan wujud terdapat di luar akal. Maksudnya ialah, bahwa esensi itu masih berada dalam pemikiran sedangkan wujud telah berada di luar akal dalam suatu bentuk atau telah terealisasi dari pemikiran. Tanpa wujud, esensi itu tidak mengandung arti. Oleh karena itu, wujud lebih penting dari esensi.
Dalam mengkaji wujud ibn Sina, sebagai mana filosof muslim terdahulu seperti al-Farabi yang terkenal dengan teori emanasi. Artinya tuhan adalah sumber dari segala sumber esensi.. dari tuhanlah sumber kemaujudan yang mesti yang mengalir intelegensi pertama, sendirian karena berasal dari yang tunggal. Namun, sifat intelegensi pertama itu tidak selamanya mutlak satu, karena ia bukan ada dengan sendirinya tetapi ia hanya bersifat mungkin serta kemungkinan itu diwujudkan oleh tuhan. Dari kedua sifat itu yang sejak melingkupi seluruh ciptaan di dunia, intelegensi pertama memunculkan dua kemaujudan yaitu; (1). Intelegensi kedua melalui kebaikan ego tertinggi dari adanya aktualisasi dan (2). Lingkungan pertama dan tertinggi berdasarkan segi terendah dari adanya, kemungkinan alamiyahnya. Proses pemancaran kedua sifat ini terus berjalan hingga mencapai intelegensi ke 10 yang mengatur dunia ini.
Jika dikatakan bahwa tuhan dan hanya tuhan saja yang memiliki wujud tunggal secara mutlak sedangkan sesuatu yang lain bersifat mendua, karena sifat tuhan itu tunggal dan apabila dikatakan bahwa tuhan itu dan kenyataan nya itu ada, bukan merupakan dua unsure dari satu wujud tetapi merupakan suatu unsure atomikdalam wujud yang tunggal.
Jika dikombinasikan antara esensi dan wujud akan mempunyai suatu kombinasi, diantaranya:
1. esensi yang tidak dapat mempunyai wujud, misalnya, adanya sekarang ini juga kosmos lain di samping kosmos yang ada
2. esensi yang boleh mempunyai wujud dan boleh pula tidak mempunyai wujud, misalnya, jagad raya ini yang awalnya tidak ada, kemudian ada dan akhirnya hancur menjadi tidak ada.
3. esensi yang harus mempunyai wujud, esensi tidak bisa dipisahkan dengan wujud, esensi dan wujud adalah sama dan satu. Di sini esensi tidak berwujud dan kemudian berwujud, sebagaimana halnya dengan esensi dalam kategori
yang kedua, tetapi esensi mesti dan wajib mempunyai wujud selama-lamanya. Yang serupa ini disebut mesti berwujud yaitu tuhan.
Dengan kombinasi itu, tuhan adalah unik, bahwa tuhan adalah kemaujudan dan segala sesuatu yang lain bergantung pada diri kebesaran tuhan. Kemaujuda itu harus satu dan tidak boleh adanya sesuatu kelipatan sifat atas-Nya.
Tuhan dan hakikatnya adalah identik dengan eksistensi-Nya. Ini bukanlah suatu kejadian bagi wujud lain, karena tidak ada kejadian lain yang eksistensinya identik dengan esensinya.tuhan itu tidak beresensi jadi ia adalah mutlak sederhana dan tidak dapat diberikan suatu definisi yang lebih mendetail.


2. jiwa
Para filosof yang memperhatikan masalah jiwa sejak Plato dalam dialognya yang mengemukakan tentang keabadian jiwa. Aristoteles juga dikenal sebagai psikolog klasik. Namun, perhatian ibn sina terhadap masalah jiwa lebih serius karena ia menulis masalah jiwa sejak muda. Ia sering menghubungkan masalah kejiwaan dengan metode kedokteran. Ia juga menunjukkan hubungan antara jiwa dan tubuh.
Dalam membahas masalah jiwa , ia tidak keluar dari filsafatnya secara global, dalam usaha menghimpun, menyusun dan mengkompromikan atau menyeleksi. Ketika memadukan sesuatu ia mempunyai tujuan tertentu dengan metodenya sendiri. Sehingga ia tetap memiliki kararteristik yang bebeda dengan filosof lain.
Filosof yang berpengaruh terhadap ibn sina dalam hal kejiwaan adalah Aristoteles yang banyak memberikan inspirasi bagi perkembangan pemikiran psikologinya. Akan tetapi, psikologi ibn sina berbeda dengan psikologi Aristoteles yang mengatakan bahwa dalam jiwa itu ada aspek fisik dan aspek metafisik. Psikologi fisik ibn sina diwarnai dengan orientasi eksprimental dan banyak dipengaruhi teori kedokteran. Sedangkan dalam psikologi metafisik terhadap pendalaman dan pembaharuan.
Ibn sina membagi filsafat menjadi dua disiplin ilmu yaitu ilmu teoritis dan praktis. Ilmu teoritis ialah meliputi, fisika, matematika dam metafisika. Dan ilmu praktis meliputi, etika, tata rumah tangga, politik. Studi ilmu jiwa ditempatkan pada ilmu teoritis dan dimasukkan pada ilmu alam. Menurutnya psikologi pada dasarnyaadalah study posifistik eksprimental. Ia juga membagi jiwa kepada 2 bagian:
- segi fisika, membicarakan tentang macam-macam pembagian kebaikan- kebaikan, jiwa manusia, indera.
- Segi metafisik, membicarakan tentang wujud dan hakikat, pertalian iwa dengan badan dan keabadian jiwa.
Untuk mengetahui adanya jiwa, ibn sina beberapa argumen yaitu argument psikofisik, argument “aku” dan kesatuan fenomena psikologis, argument kontinuitas dan argument manusia terbang di udara.

 Argument psiko-fisik
Gerak dapat dibedakan kepada gerak terpaksa, yaitu gerak yang didorong oleh unsure dari luar dan gerak bukan paksaan, yang terbagi menjadi dua :
- gerak yang terjadi sesuai dengan hukum alam, separti batu jatuh dari atas ke bawah
- gerak yang menantang hukum alam, separti manusia yang berjalan di kulit bumi padahal seharusnya manusia diam di tempat karena mempunyai berat badan sama denga benda padat
 argument “aku” dan kesatuan fenomena Kejiwaan
ibn sina membedakan aku sebagai jiwa dan badan sebagai alat. Ketika seseorang berkata, ia akan tidur, maksudnya bukan ia pergi ke tempat tidur atau memejamkan mata dan tidak menggerakkan anggota badan, tetapi adalah seluruh pribadi yang merupakan aku. Aku dalam pandangannya bukan fenomena fisik tetapi adalah jiwa dan kekuatanya.
 Argument kontinuitas
Argument ini mengatakan bahwa masa yang sekarang berisi juga masa yang lampau dam masa depan. Kehidupan rohani yang kemarin dan hari ini tidak terputus oleh tidur, bahkan ada hubungnnya dengan kehidupan yang terjadi beberapa tahun yang lalu.
Hidup itu adalah berubah dalam satu untaian yang tak terputus-putus. Untuk membuktikan jiwa itu tidak putus adalah denga daya ingat manusia tentang masa-masa yang telah lewat. Seperti, jika badan tidak diberi makan dalam waktu tertentu akan berkurang beratnya karena mengalami penyusutan, sedang jiwa tidak berubah.
 Argument manusia terbang
Argument ini yang terindah dan yang paling jelas menunjukkan kreasi ibn sina. Meskipun argument tersebut di dasarkan perkiraan dan khayalan, argument itu ialah: ”andai kata ada seseorang yang mempunyai kekuatan yang penuh, baik akal maupun jasmani, kemudian ia menutup matanya sehingga tak dapat melihat sama sekali apa yang ada di sekilingnya. kemudia ia di letakkan di udara atau dala kekosongan sehingga ia tak merasakan satu persentuhan atau bentrokan, perlawanan dan anggota badannya diatur sehingga tidak sampai saling bersentuhan atau bertemu. Tanpa ragu ia mengatakan dirinya ada. Pada saat itu boleh jadi ia tidak bisa menetapkan bahwa badannya ada. Jika ia mampu menetapkan adanya badan dan anggota badan, maka wujud yang digambarkan tidak mempunyai tempat. Jika saat melayang ia memperkirakan ada tangan atau kakinya, dia tidak mengira apakah itu tangan atau kakinya. Dengan demikian, penetapan tentang wujud dirinya tidak timbul dari indera melainkan dari sumber yang berbeda dengan badannya, yaitu jiwa”.

Jiwa manusia sebagai jiwa-jiwa lain dan segala apa yang terdapat di bawah bulan, memancar dari akal 10. sebagai Aristoteles, Ibnu sina membagi jiwa dalam tiga bagian :
a) Jiwa tumbuh-tumbuhan, dengan daya-dayanya yaitu:makan, tumbuh, berkembang biak.
b) Jiwa binatang, dengan daya-daya
-gerak
-menangkap,dengan dua bagian:(1). Menangkap dari luar dengan panca indera. (2). Menangkap dari dalam, dengan indera dalam:
 Indera bersama, yang menerima segala yang ditangkap oleh panda indera
 Representasi, yang menyimpan segala apa yang diterima oleh panca indera bersama
 Imajinasi, ynag menyusun apa yang disimpan dalam representasi
 Estimasi, yang menangkap hal-hal yang abstrak yang terlepas dari materi
 Rekoleksi, yang menyimpan hal-hal abstrak yang diterima oleh estimasi.
c) jiwa manusia dengan dua daya
o praktis, yang hubungannya dengan badan
o teoritis, yang hubunganya adalah dengan hal-hal abtrak. Daya ini mempunyai tingkatan
- akal materil, yang semata-mata mempunyai potensi untuk berpikir dan belum dilatih walaupun sedikit
- intelecctus in habitu, yang telah mulai dilatih untuk berpikir tentang hal-hal yang abstrak
-akal aktuil, yang tetap dapat berpikir abstrak
- akal mustafad, akal yang telah sangggup berpikir tentang hal-
hal abstrak

3. kenabian
sejalan dengan teori kenabian ibn sina membagi manusia ke dalam 4 kelompok :
1. orang yang kecakapan teoritisnya telah mencapai tingkat penyempurnaan yang sedemikian rupa sehingga tidak memerlukan seorang guru sedang kecakapan praktisnya telah mencapai puncak yang sedemikian rupa sehingga berkat kecakapan imajinatif yang tajam sehingga dapat mengambil pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa masa kini dan yang akan datang.
2. orang yang memiliki kesempurnaan daya intuitif, tetapi tidak mempunyai daya imajinatif.
3. orang yang daya teoritisnya sempurna tetapi tidak daya praktisnya
4. orang yang mengungguli sesamanya hanya ketajaman praktisnya.

Nabi Muhammad memiliki syarat-syarat yang dibutuhkan sebagai nabi, yaitu memiliki daya imajinasi sangat kuat dan hidup, bahkan fisiknya sedemikian kuat sehingga ia dapat mempengaruhi pikiran orang lain, melainkan juga seluruh materi pada umumnya. Misalnya, apabila kita lapar atau haus, imajinasi kita menyuguhkan di hadapan kita imajinasi-imajinasi yang hidup tentang makanan dan minuman.



Kesimpulan


Ibnu Sina ialah seorang filosof muslim yang terkenal akan kecerdasannya. Ia belajar lebih banyak dengan metode otodidak. Ia juga dikenal sebagai dokter termasyur di masanya.
Dalam menungkap masalah wujudiah Ibnu Sina sama seperti filosof muslim terdahulu, sepeti al-farabi, yaitu dengan metode emanasi. Dimana pada posisi itu Tuhan adalah sumber dari segala sumber, dan yang lain adalah pancarannya. Dalam mengkai jiwa Ibnu Sina lebih dipengaruhi oleh eksprimental dalam bidang kedokteran. Ia juda menggunakan beberapa dalil antarnya psiko fisik, aku dan kesatuan fenomena kejiwaan, kelangsumgan (kontinuitas), manusia terbang , serta ia jung membahas kenabian, yang mengkategorikan nabi itu ialah seorang manusia yang mempunyai daya imajinatif yang tinggi dan hidup.





DAFTAR PUSTAKA

Departemen RI. Ensiklopedi Islam, Jakarta: Ikhtiar Baru, 1988
Hanafi, Ahmad, Pengantar Filsafat Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1990
M.A. Syarif, Para Filosof Muslim,Bandung: Mizan, 1995
Mustofa, H.A, Filsafat Islam, Bandung:Pustaka Setia , 1997
Nasution, Hasyimsyah, Filsafat Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997
Poerwantana, Seluk Beluk Filsafat Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1993

MUHAMMAD IQBAL

1. Biografi Muhammad Iqbal
Muhammad Iqbal lahir pada tanggal 22 februari 1873 di Silkiot. M. iqbal keturunan Punjab dari keluarga yang nenek moyangnya berasal dari lembah Kashmir .
Semasa kecilnya ia hidup dalam lingkungan keluarga yang bahagia. Kebiasaannya ialah membaca al-Quran setiap pagi. Iqbal memulai pendidikan dasar di sebuah madrasah di Silkiot, kemudian Iqbal oleh ayahnya Nur Muhammad dimasukkan ke Scotch Mission School, di sekolah inilah ia bertemu seorang guru yaitu Syamsul Maulana Mir Hasan yakni teman karib ayahnya yang ahli bahasa Arab dan Persia .
Pada tahun 1895 M. iqbal pergi ke Lahore yaitu salah satu kota di India yang menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan dan seni. Sejak remaja ia gemar mengubah sajak-sajak dalam bahasa Urdu dan Parsi. Ia mulai dikenal oleh khalayak ramai ketika ia membawa sebuah sajak tentang Himalaya sebuah sajak yang penuh dengan semangat patriotisme. Di kota inilah ia bergabung perkumpulan-perkumpulan para sastrawan yang sering diundang “musya’arah”yakni pertemuan-pertemuan dimana para penyair membacakan sajak-sajaknya.
Di kota Lahore M. iqbal mengajar filsafat di Government College sambil melanjutkan pendidikan sarjananya. Di tahun 1897 ia memperoleh gelar B. A, kemudian ia mengambil program M.A dalam bidang filsafat. Pada saat itulah ia bertemu seorang guru yang bernama Sir Thomas Arnold, adanya dukungan dan dorongan gurumya ia menjadi pengajar yang berbakat dan penyair terkenal. Dan pada tahun 1908 ia menyelesaikan gelar Doktornya di Heldelberg dan Munich. Ia bukan saja sebagai filosof tetapi juga dikenal juga sebagai politikus, penyair, guru besar, advokat dan seorang sufi yang selalu berusaha mendekatkan diri dengan tuhannya.
Sebelum ia meninggal M. Iqbal ini selalu gemar menulis prosa dan puisi, dalam tulisannya ia berusaha menggabungkan apa yang dipelajarinya di barat da di timur, serta warisan intelektual islam untuki menghasilkan reiterpretasi pemahaman islam dan mengandung dorongan untuk menhadapi kehidupan ini dengan penuh harapan, keteguhan dan perjuangan yang gigih. M. Iqbal mengidap berbagai macam penyakit setelah istrinya meninggal tahun 1935, dan pada tahun 1938 sakitnya semakin parah sehingga iapun meninggal ketika pajar 21 April 1938 dalam usia 60 tahun. Di saat terakhir ia pun sempat berpesan kepada sahabatnya dalam sajak:
” ku katakana kepadamu tanda seorang mukmin
Bila maut datang, akan merekah senyum di bibirnya “
2. karya-karyanya
Diperkirakan ada 21 karya monumental Muhammad Iqbal yaitu, di antaranya:
1. Ilm al-Iqtisad (1903)
2. Development of Metaphysics in Persia: A Constribution to the history of muslim philosophy (1908)
3. Islam as a Moral and PoliticaL ideal(1909)
4. Asrar-I Khudi (rahasia pribadi, 1915)
5. Rumuz-I Bekhudi (rahasia peniadan diri, 1918)
6. Payam-I Masyriq (pesan diri timur, 1923)
7. Bang-I Dara (seruan dari perjalanan, 1924)
8. Self in the Light of Relativity Speeches and Statements of Iqbal (1925)
9. Zaboor-I ‘Ajam( kidung Persia, 1927)
10. Khusal Khan khattak(1928).

3.Filsafatnya
A.Ego atau Khudi
Konsep tentang hakikat ego atau individualitas merupakan konsep dasar dari filsafat M.Iqbal dan menjadi alas penopang keseluruhan struktur pemikirannya. Menurut m’iqbal khudi, arti harfiahnya ego atau self atau individualitas,merupakan suatu-kesatuan yang riil atau nyata, adalah pusat dan landasan dari semua kehidupan, merupakan suatu iradah kreatif yang terarah secara rasional, menjelaskan bahwa hidup bukanlah suatu arus tak berbentuk,melainkan suatu prinsip kesatuan yang bersifat mengatur ,suatu kegiatan sintesis yang melingkupi serta memusatkan kecenderungan-kecenderungan yang bercerai-berai dari organisme yang hidup kearah suatu tujuan konstruktif. Hal itu tercantum pada beberapa Matsnawinya dalam Asrar-I khudi:


bentuk kejadian ialah akibat dari khudi
apa saja yang kau lihat ialah rahasia khudi
dijelmakannya alam cita dan pikiran murni
ratusan alam terlingkup dalam inti sarinya……

Dari segi etika khudi berarti mengendalikan diri sendiri, harga diri, percaya pada diri sendiri, mempertahankan diri, bahkan menonjolkan diri, apabila itu perlu demi kepentingan hidup dan kekuatan untuk tetap membela kebenaran, keadilan dan kewajiban.
Selain dalam Matsnawi di atas,Iqbal juga menjelaskan khudi dalam bukunya the Reconstruction of Religousthought in Islam, bahwa realitas tertinggi sebagai suatu ego, dan bahwa hanya dari ego tertinggi itulah ego-ego bermula. Tenaga kreatif ego tertinggi dimana laku dan pikiran adalah identik ,berfungsi sebagai satu kesatuan ego.Dunia dengan segala isinya ,sejak dari gerakan mekanis dari apa yang kita namakan atom materi sampai pada gerakan pikiran bebas dalam ego manusia, adalah penjelmaan diri dari ’Aku yang Akbar ‘.setiap atom tenaga ilahiyat, betapa kecil pun adalah skala wujud adalah suatu ego. Namun ada tingkatan –tingkatan pernyataan ke-ego-an. semesta wujud adalah ibarat sebuah lapangan bunyi, dimana terdengar nada yang bertapak–tapak meninggi,nada ke-ego-an,yang akhirnya mencapai tingkat sempurnanya dalam manusia.
Pencarian ego adalah untuk mendapatkan definisi yang lebih tepat mengenai dirinya. Tindakannya bukan hanya tindakan intelektual, melainkan suatu tindakan vital yang memperdalam seluruh wujud ego, serta mempertajam kemauannya dengan keyakinan kreatif, bahwa dirinya ini bukanlah sesuatu yang hanya melihat atau dikenal melalui konsep demi konsep, melainkan sesuatu yang harus terus dibangun kembali dengan kerja yang tidak putus-putusnya.
Tujuan terakhir dari ego memberi batasan tentang dirinya dengan lebih tegas menjadi sesuatu. Kodrat ego, meskipun mempunyai kemampuan berhubungan dengan ego-ego lain, bersifat terpusat pada dirinya sendiri, mempunyai lingkungan individualitas khusus yang tidak memungkinkan ego-ego lain ada di dalamnya jadi suatu ego mempunyai suatu watak yakni sesuatu cara tata laku yang seragam.

B. Ketuhanan
Di dalam filsafat ketuhanan menurut M. Iqbal menglami 3 tahapan perkembangan yaitu :
1. Tahap Sesuai Dengan Pengalaman
pada tahap pertama ini M. Iqbal cenderung sebagai “mistikus-panteistik”, yakni kekagumanannya pada konsepsi mistk yang berkembang di wilayah Persia. Ia sangat kagum pada disertasi Doktornya “Development of Metaphysics in Persia: A Contribution to the History of Muslim Philosophy”. Dan ia meyakini pada tuhan sebagai keindahan abadi, keradaa-Nya tanpa tergantung pada sesuatu dan mendahului segala sesuatu, bahkan menampakkan diri dalam semua itu. Tuhan sebagai keindahan abadi menarik segala sesuatu, seperti magnet menarik besi, tuhan juga sekaligus menjadi penyebab gerak segala sesuatu, karena Allah adalah sumber, esensi dan ideal yang bersifat universal dan melingkup segalanya seperti lautan, dan individu seperti halnya setetes air.
2. Tahap Pencarian
pada tahap kedua M. Iqbal menyaksikan tentang sifat kekal dari keindahan dan efisiensinya serta kausalitasnya. Ia tertarik pada Rumi yang dijadkannya sebagai pembimbing rohaninya.menurutnya tuhan bukan lagi dianggap sebagai keindahan luar, tetapi sebagai kemauan abadi, keindahan hanyalah sebagai sifat dan ke-Esa-an tuhan. Tuhan menjadi asas rohaniah tertinggi dari segala kehidupan, menyatakan diri-Nya bukan dalan dunia yang terindra, melainkan dalam pribadi yang terbatas. Oleh karena itu di dalam tahap pencarian tuhan ini, harus ada usaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya hanya dimungkinkan lewat pribadi.
3. Tahap Kematangan
menurut M. Iqbal tuhan adalah “hakikat sebagai suatu keseluruhan” di tahap ini tuhan sebagai suatu keseluruhan pada dasarnya bersifat spiritual, dalam arti suatu individu dan suatu ego. Allah merupakan ego mutlak dan merupakan ego tertinggi. Dalam istilah al-Quran M. Iqbal memakai batasan yang terdapat dalam surat al-Ikhlas ayat 1-5, artinya:




Katakanlah, Allah esa, segalanya tergantung kepada-Nya, ia tak ber-anak, dan tiada pula di-anak-kan, dan tak suatupun menyamai-Nya.
Ego mutlak adalah ego yang sempurna, ego itu harus dilukiskan sebagai sesuatu yang berada di atas pengaruh antagonisme reproduksi, sebab individulitas.Untuk menjadi sempurna memerlukan suatu keadaan dimana tak ada bagian organisme yang terlepas dapat hidup secara terpisah, bahwa individu yang senpurna merupakan unsur paling esensial dalam konsepsi al-Quran tentang tuhan.

C. Materi dan Kausalitas
Menurut M. Iqbal kodrat realitas yang sesungguhnya adalah rohaniah dan semua ynag sekuler sebenarnya adalah suci dalam akar-akar perwujudannya. Di dalam hal materi Iqbal mengutip hadits nabi “ seluruh bumi ini ialah masjid ” . adapun materi adalah suatu kelompok ego-ego berderajat rendah dan dari sana muncul ego-ego yang berderajat lebih tinggi, apabila penggabungan dan interaksi mereka mencapai suatu derajat koordinasi tertentu. Sedangkan kausalitas adalah…….

D. Moral
Filsafat Iqbal adalah filsafat yang meletakkan kepercayaannya kepada manusia yang dilihatnya mempunyai kemungkinan yang tak terbatas, mempunyai kemauan untuk mengubah dunia dan dirinya sendiri, serta mempunyai kemampuan untuk ikut memperindah dunia.
Telah menjadi tanggung jawab manusia untuk mengambil bagian dengan cita-cita yang lebih tinggi dari alam sekitarnya dan turut menentukan nasibnya sendiri. Manusialah yang mengambil inisiatif menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan alam dan mengerahkan seluruh kekuatannya supaya dapat menggunakan tenaga-tenaga alam itu untuk tujuan sendiri.
Hidup dan kemajuan roh itu tergantung pula pada terbentuknya hubungan dengan kenyataan hidup yang dihadapinya. Sesungguhnya ilmulah yang mengdakan hubungan-hubungan ini dan ilmu adalah persepsi-inderawi yang diolah dengan pemahaman dan pengertian.
Menurut Iqbal tidak cukup dengan persepsi inderawi saja tetapi harus dilengkapi dengan ‘fuad atau ‘qalb yaitu hati. Hati merupakan cara lain dalam berhubungan dengan kenyataan. Kerja hati adalah untuk menguraikan masalah-masalah kejiwaan, mistik dan kegaiban.

E. Insan al-Kamil
Iqbal menafsirkan insan al-kamil, atau manusia utama, setiap manusia potensial adalah suatu mikrokosmos dan insan yang telah sempurna kerohaniannya menjadi cermin dari sifat-sifat tuhan, sehingga sebagai orang suci dia menjadi khalifah atau wakil tuhan di muka bumi.
Menurut Iqbal bahwa setiap manusia merupakan suatu pribadi menjadi suatu ego yang berdiri sendiri, tetapi belumlah ia menjadi pribadi yang utama. Dia yang dekat kepada tuhan adalah yang utama, semakin dekat semakin utama. Sedangkan kian jauh jaraknya dari tuhan, kian berkurang bobot kepribadiaanya. Menurutnya tujuan dari seluruh kehidupan adalah membentuk insan yang mulia dan setiap pribadi haruslah berusaha untuk mencapainya. Insane al-kamil itu memberikan kita ukuran baik dan buruk, apa yang dapat memperkuat pribadi adalah bersifat baik dan apa yang melamahkan bersifat buruk.
Hal-hal yang dapat memperkuat pribadi seseorng itu ialah :
a. Isyq-o-muhabbat, yakni cinta kasih
b. Semangat atau keberanian, termasuk bekerja kreatif dan orisinil, artinya asli dari hasil kreasinya sendiri dan mandiri.
c. Toleransi, rasa tenggang menenggang
d. Faqr, artinya sikap tidak mengharapkan imblan dan ganjaran yang akan diberikan dunia, sebab bercita-citakan yang lebih agung
Hal-hal yang dapat melemahkan pribadi seseorang itu ialah:
a. takut
b. suka meminta-minta
c. perbudakan
d. sombong





DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Hasyimsyah. Filsafat Islam. Gaya Media pratama : Jakarta,1999
Mustofa. Filsafat Islam. Pustaka Setia : Bandung, 1997
C. A.Qadir. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam. Pustaka Obor Indonesia: Jakarta, 2002

Rabu, 21 April 2010

LUKISAN FOTO DI ATAS T-SHIRT

Banyak cara yang bisa di lakukan agar T-shirt polos tampil beda. Diantaranya denganmembuat likisan foto anggota keluarga. Bagi pemula tentunya memerlukan kesabaran ekstra untuk menghasilkan goresan-goresan natural. Tapi anda dapat membuat jiplakan dari foto yang telah dipor besar. Agar terkesan eksklusi/pastikan. Anda hanya membuat satu T-shirt untuk satu foto.
 
Alat dan Bahan :
satu buah T-shirt katun putih polos
satu buah pensil hb
satu buah kuas flat (kuas pipih besar)
satu buah kuas kecil ukuran 1,3 dan 5
cat tekstil merek lokal atau impor, warna-warna wajahseperti putih, merah, magenta, kuning lemon, kuning kunyit, dan hitam.
 
cara membuat :
  1. Buat sketsa foto dengan menggunakan pensil. Bagi yang belum mahir melukis jiplak foto yang telah di perbesar menggunakan karbon.
  2. Kemudian beri warna seperti putih, merah dan magenta yang telah di cairkan dengan sedikit air.
  3. Untuk menghasilkan efek warna yang lebih terang tanbahkan warna putih.
  4. Untuk warna yang lebih genap tanbahkan warna hitam yang dicanpur dengan warna merah.
  5. Setelah di lukis angin-anginkan atau keringkan dengan menggunakan hair dryer.
  6. Jika terjadi kesalah dalam pemberian warna, cobalah untuk menyamarkan dengan menambahkan gliter, payet.
sumber : Majalah Wanita Indonesia edisi.1046.11-17 januari 2010 hal.6